Cegah Kematian Massal Ikan, KKN Tematik Unisda Gelar Pelatihan Manajemen Kualitas Air untuk Petani Keramba Desa Tejoasri
Berita 01 Aug 2026 15:57 WIB

Cegah Kematian Massal Ikan, KKN Tematik Unisda Gelar Pelatihan Manajemen Kualitas Air untuk Petani Keramba Desa Tejoasri

Lamongan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Islam Darul `Ulum (UNISDA) Lamongan menggelar pelatihan manajemen kualitas air bagi para petani keramba di Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026 ini digelar sebagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya kematian massal ikan yang kerap menjadi momok bagi para petani keramba.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Desa Tejoasri, Bapak Yusuf Bachtiar, S.IP; perwakilan Dinas Perikanan, Bapak Awang Rochadiyan Okrista, S.Pi; Dosen Pendamping Lapangan, Midkholus Surur, M.IP; pemateri pelatihan, Dr. Mimatun Nasihah, M.Pd; serta para petani keramba Desa Tejoasri.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut.

Kematian massal ikan itu momok yang sangat ditakuti oleh petani keramba di sini, karena bisa membuat hasil kerja berbulan-bulan hilang dalam waktu semalam. Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKN Unisda yang sudah menginisiasi pelatihan ini. Semoga ilmu yang didapat hari ini benar-benar diterapkan oleh warga. ujar Yusuf Bachtiar.

Senada dengan itu, perwakilan Dinas Perikanan, Awang Rochadiyan Okrista, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Kualitas air adalah faktor utama dalam keberhasilan budi daya ikan di keramba. Banyak kasus kematian massal ikan yang sebenarnya bisa dicegah apabila petani memahami cara memantau dan mengelola kualitas air dengan baik. Kami mengapresiasi langkah mahasiswa KKN Unisda yang mengangkat isu ini menjadi materi pelatihan. kata Awang Rochadiyan Okrista.

Sementara itu, Dosen Pendamping Lapangan, Midkholus Surur, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat desa.

Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga mampu memberikan solusi atas persoalan yang nyata dirasakan masyarakat. Pelatihan manajemen kualitas air ini kami harapkan dapat membekali petani keramba dengan pengetahuan yang bisa langsung diterapkan di lapangan. jelas Midkholus Surur.

Dalam kesempatan tersebut, materi pelatihan disampaikan langsung oleh Dr. Mimatun Nasihah, M.Pd. Ia memaparkan sejumlah indikator kualitas air yang perlu diperhatikan petani, mulai dari kadar oksigen terlarut, suhu, tingkat keasaman (pH), hingga cara mengenali tanda-tanda penurunan kualitas air sejak dini.

Kematian massal ikan seringkali bukan disebabkan oleh penyakit, melainkan karena kualitas air yang menurun tanpa disadari oleh petani. Melalui pelatihan ini, saya berharap petani keramba di Desa Tejoasri dapat lebih peka dalam memantau kondisi air secara rutin, sehingga risiko kerugian akibat kematian massal ikan bisa ditekan seminimal mungkin, papar Dr. Mimatun Nasihah.

Dalam sambutannya, Ketua KKN Tematik Desa Tejoasri menegaskan bahwa sektor keramba merupakan salah satu potensi unggulan desa yang perlu terus dikembangkan melalui pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sehingga hasil budidaya keramba dapat semakin optimal serta memberikan dampak positif bagi perekonomian Desa Tejoasri.

kami sadar betul bahwa keramba adalah salah satu hasil bumi yang sangat berpotensi untuk membantu perekonomian Tejoasri, maka dari itu pemberdayaan petani keramba adalah hal yang sangat bagus dan semoga menjadikan hasil keramba yang maksimal. ujar dalam sambutan Ketua KKN Tematik Desa Tejoasri

Kegiatan pelatihan manajemen kualitas air ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani keramba Desa Tejoasri dalam menjaga kualitas air kolam secara berkelanjutan, sekaligus menekan potensi kerugian akibat kematian massal ikan di masa mendatang.